happy reading, :))


Jumat, 10 September 2010

Song: Bintang

berkelip, tanpa ragu

bersinar, riang

bagai cita menjulang

asa terbentang

sungguh indah cahayamu

bintangku


kadang sinarmu hilang

tertutup awan 

engkau terlihat kelam 

berkawan malam


seperti berjuta bintang, di langit sekolahku

cahyanya bersinar terang

antar kau dan aku pulang..
_____________________________________________________
kangen abiis.. lagu ini penuh menyimpan kenangan manis gue semasa di smp dulu.. 
guru gue yang buat, di"delegasikan" buat angkatan gue, angkasa, angkatan pertama disana.. miss u so much friends... buat pa maul, lagunya nyentuh bgt.. makasih byk

Rabu, 01 September 2010

Bocah Misterius

(Copas dari Note Ustd. Muhsin Labib)

Saya menemukan di sebuah milis posting menarik dan menggugah bertajuk “Bocah Misterius”. Patut untuk dibaca dan dijadikan bahan renungan.Bocah itu menjadi pembicaraan di kampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung.Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala.Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa!Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.

Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut.Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan.Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius.Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.

Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar.“Bismillah.. .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini.Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu.Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah.Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya.“Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya.Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.“Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu.

”Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi.

“Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa?

Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?

Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?!

Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus?Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?

”Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela.
Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.

“Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.

Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…!

Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta? Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih?Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?

Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan…, jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….

”Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan.Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya!Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan.Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.

Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi.Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu.Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!

Luqman tidak mau main-main.Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi.Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.

Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.

Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati.Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya.Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.

Selamat menjalankan ibadah puasa…..

Sabtu, 28 Agustus 2010

Pangeran terbaik untuk Putri terbaik

hanya u/ saling mengingatkan ..

***

Semakin kita dewasa, semakin banyak macam orang yang kita temui.
Tidaklah mustahil jika suatu ketika ada satu laki-laki datang kepada kita, untuk mengikat kita, tapi bukan sebagai istri.
Pacar, HTS-an, menge-take kita, atau apapun itu.

Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang saleh, ketahuilah bahwa orang saleh tidak akan mendahului ketentuan Allah, untuk mencoba-coba berpasangan, sebelum ia bertemu dengan jodohnya.
Sebelum ia betul-betul berpasangan dengan seorang perempuan, di atas janji suci, di hadapan Allah.

Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang baik, ketahuilah bahwa orang yang baik tidak akan menodaimu, dengan zina yang ia torehkan kepadamu.
Orang yang baik pasti tidak akan membiarkan dirimu berhubungan dengannya, agar kamu tetap mempunyai hati yang bersih.

Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang dewasa, ketahuilah bahwa orang dewasa adalah orang yang berani bertanggung jawab atas segala perbuatannya.
Orang yang bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, tidak hanya kepada dirinya dan dirimu saja.
Tapi juga kepada Allah Azza wa Jalla.

Jika kamu pikir dia adalah laki-laki yang pengertian, ketahuilah bahwa orang yang pengertian seharusnya terlebih dulu mengerti akan kedudukannya sebagai makhluk Allah.
Bahwa kewajibannya untuk mengikuti perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, bahkan tidak mendekati apa yang menurutnya syubhat, ya, seperti menjalin hubungan denganmu itu.


Sulit untuk istiqamah, sulit untuk menghindari itu semua.
Tapi semua ini akan kita nikmati dengan indah, apabila kita tetap ingat bahwa Allah satu-satunya kekasih kita.

***

tetap istiqamah dan senantiasa berdoa memohon pd Allah, karena pangeran terbaik hanya diperuntukkan bagi putri terbaik :)

from Ulfaah ألفه's note- written by: Hamida Amalia




Kamis, 26 Agustus 2010

The kind duck and The poor frog



      One beautiful summer's day, a duck decided to go to the river for a picnic. She took a lot of food with her, and was really looking forward to eating it. She sit down on the river bank and spread the food out in front of her.
    "You're not going to eat all that food yourself, are you?" said a small voice.
    She look up and saw a frog sitting at the water's edge.
    "Please give me some of it. I am very poor and hungry," pleaded the frog wiping a tear from his eye. She gave him a sandwich. To her surprise he did not eat it, but simply put it on the ground beside him.
    "Won't you give me something else? After all, my need is greater than yours."
    Bit by bit, the kind-hearted duck handed over most of her food: cakes and biscuits, apples and sweets. Soon, the frog had a huge pile of food next to him. With an effort he picked it all up, put it on his back, and started to swim away across the river. But the food was so heavy that he sank like a stone, and the duck never saw him again..
_________________________________________________________
ini narrative text dari lks b.inggris yang dibahas di science3 tadi.
buat gue, ceritanya menarik banget karena kita dapat mengambil pesan moral yang mungkin terlihat amat sederhana, tetapi ternyata bisa membawa dampak hal yang luar biasa.
1. Don't be a greedy person
2. Don't be afraid to say "no"
dalam kasus diatas, -udah jelas- si kodok itu begitu tamak ingin memiliki semua makanan hingga membawa konsekuensi logis akan suatu akibat buruk dari tindakan buruknya tsb. hal yang tragis disini adalah, (di luar faktor ketamakannya), si kodok tewas tenggelam juga dikarenakan oleh kebaikan hati si bebek. keengganan atau ke-tidaktegaan si bebek untuk menolak permintaan kodok..
sebuah kata "tidak", meungkin saja dapat mengubah sesuatu menjadi baik. 
sebuah kata "tidak", boleh jadi membawa kebenaran dan kebaikan.
sebuah kata "tidak", ternyata memiliki arti lebih dari yang kita bayangkan..

Senin, 23 Agustus 2010

Kala Bercermin: Zzz!

Kejadian 1:
A : “Ih, pola pikir kamu tuh kok kayak cowok ya?”
Aku : “Eh..? Kenapa bisa bilang gitu?”
A : “Iya. Salah satunya, kalo orang lagi curhat, ujung-ujungnya kamu selalu ke solusi. Padahal kan gak semua berharap cari solusi.”
Aku : *Garuk kepala* “Emm..bukannya emang seharusnya begitu ya?”
A : “Bukan. Beda aja sama cewek kebanyakan. Biasanya kan kalo cewek kan lagi curhat-curhatan sebenernya cuma buat ketenangan psikologis aja. Gak harus berujung ke solusi. Misalnya, cari ketenangan sambil dibilangin sabar.”
Aku : “Emm.. bukannya itu juga udah ya tadi?”
A : “Eh, iya sih.. hehe”
Aku  : *Zzz…!*

Kejadian 2:
B : “Ih, kamu tuh ya.. ke kondangan begini kenapa tetep pake sepatu kucing [baca: kets] begini?”
Aku : “Hah? Emangnya gak boleh ya? Kan gak ada tatib-nya juga ke kondangan mesti pake sepatu apa! Lagian ini kan keren”
B : “Terserah deh! Tapi itu kenapa mesti bawa-bawa ransel deh?”
Aku : “Yah, jadi aku salah kostum nih jadinya?”
B : “Dasar cewek aneh..!”
Aku : *Zzz…!*

Kejadian 3:
C : “Haha.. dasar Ranma ½..!”
Aku  : “Heh? Maksudnya?”
C : “Iya. Di dapur kayak koki, pas bermotor kayak pembalap.”
Aku : “Lah, Khaulah binti Tsalabah dan Nusaibah binti Ka’ab bukannya gitu juga ya?”
C : “Yah. Cewek langka. Patut dilestarikan dan ditaro di cagar alam nih kayaknya!”
Aku : *Zzz…!*

Kejadian 4:
Mr.D : “Tolong ya itu semua akhwat dianterin pulang satu-satu sampai ke rumahnya?”
Aku : “Hemm…kenapa harus aku? Emang gak pada bisa pulang sendiri ya?”
Mr.D : “Inget dong, mereka kan akhwat semua. Kasihan kalo gak ada yang nganterin sampai rumah. Takut kemaleman.”
Aku : “Terus nanti siapa yang nganterin aku? Aku kan akhwat juga?”
Mr.D : “Yah…kamu kan beda..!”
Aku : *Zzz…!*

Kejadian 5:
E+F : *Melihat beberapa perempuan mengangkat kursi* “eh, sini-sini biar kita yang ngerjain aja!”
Beberapa perempuan : “Makasih…!” sambil memberikan kursinya.
Aku : *Mengangkat-angkat meja* “Kak, bisa tolong bantu ngangkat ini gak?”
E+F : “Eh, kiarin bisa ngelakuinnya sendiri!”
Aku : *Zzz…!*

Zzz..! Ya, ujung-ujungnya selalu begitu. Heran. Udah berapa kali ngalamin hal-hal semacam yang di atas. Dan bingung, sebaiknya harus bahagia atau berduka. Yah, ada yang bilang ini pengaruh hormon. Tapi, kalau aku sendiri menganggap ini hanya masalah kebiasaan saat bergaul saja. Memang, dari kecil aku lebih banyak bermain dengan anak laki-laki ketimbang dengan perempuan. Bukan karena gak punya teman perempuan, tapi aku yang masih kecil dulu agak kurang suka sama sikap anak perempuan kebanyakan yang gampang nangis dan sukanya ngomongin cowok kalau lagi ngobrol. Belum lagi, sedikit-sedikit ngomongin soal penampilan. Gak tahu kenapa, aku waktu kecil yang hobi manjat pohon agak kurang tertarik saja dengan bahasan-bahasan seperti itu.
Selain itu gak tahu kenapa di masa ku kecil dulu, jarang sekali ada anak perempuan yang mau dengan gampangnya diajak olaharaga. Gak harus manjat2 atau main bola sih, tapi tiap diajak lari pagi atau bersepeda pun dulu bener-bener susah nyari temen perempuan untuk diajak melakukan hal itu bersama. Ujung-ujungnya, sama laki-laki lagi deh!
Tapi entah kenapa, justru gak jarang juga sampai sekarang pun dapat teman kebanyakan laki-laki. Bahkan kalaupun perempuan, ternyata malah yang berasal dari spesies yang sama pula. Hahaha.
Gak jarang juga aku pun diperlakukan gak seperti perempuan kebanyakan. Kadang iri juga. Tapi, kadang bangga juga (mungkin karena kepedean). Ya, bangga karena aku bisa jadi dianggap bisa menyelesaikan beberapa hal tanpa ketergantungan dengan peran laki-laki yang berlebihan. wets, tapi aku masih perempuan tulen kok!
Biarlah. Aku ini unik dengan segala keunikan yang kupunya. Kurang dan lebihnya itulah aku. Begitupun kalian. Semua hadir dengan keunikannya masing-masing. Dan berbanggalah dengan diri kalian. Bukan kebanggaan yang menyesatkan. Namun, kebanggaan bahwa betapa berharganya diri kalian. Berharga karena kalian unik dan hanya satu-satunya di dunia. Keberhargaan itu pun tak akan bernilai ketika kita lupa akan fitrah yang telah dianugerahiNya padamu. Jadi, jalani dan syukuri saja :)